header image
 

Sahabat

Masih terdengar jelas suara tawamu kala kau meraih manja bahuku tuk bersandar. Masih terukir indah senyummu saat kujabat erat jemarimu. Semua masih terasa mengalir di setiap aliran darahku, bahkan isakmu lirih kata yang tak terucap masih membuat dadaku sesak hingga kini ketika aku memberikan keputusan terpahit dari persahabatan kita.

Kuharap sekarang kau dapat mengerti keputusanku, meski dapat dikatakan ini memilih keputusan yang salah untuk mendapatkan hal yang baik untuk diriku, dirimu dan yang pasti demi persahabatan kita karena seiring datangnya kekuatan yang besar maka diperlukan tanggung jawab yang besar pula. Menjadi bagian hidupmu adalah getir di sela tawaku dan lentera di kisi-kisi tangisku.

Apa kabarmu??? Adakah waktu tahunan membuat sifatmu berubah? Akankah laju waktu membuatmu lebih dewasa?

Hmm… saat ini aku mampu tersenyum mengiringi jemariku menuturkan sekelumit "kisah" kita. Yach…memang, kita tidak perlu menengok ke belakang, karena seindah-indahnya kenangan yang kita miliki tentunya akan membuat air mata berbicara diselimuti rasa haru yang luar biasa.

tanpa kau sadari, banyak tanda tanya tak terjawab. Seandainya saja rasa itu tak pernah ada di antara kita… mungkin moment pertama kali kita bertemu tidak akan kita sesali. Haha..ha adakah hasratmu untuk membalas tajamnya sorot mata sinisku saat kita pertama kali bertemu? Telah ku usahakan semampuku tuk menghindar darimu atau bersikap dingin bila kita bertemu, ternyata… tulusnya tawamu mampu mencairkan sang "iceman".

Teriring salam hangatku tuk dirimu, untuk kehidupanmu yang baru, terima kasih atas seberkas sinar yang kau titipkan pada hati ini, meski bukan yang terindah, walau bukan yang terbaik, setidaknya bahagia…ku denganmu.

ps : for my best friend (miss u so much)

~ by daniwhy on December 30, 2006.

One Response to “Sahabat”

  1. He’em… sapa tuh…
    Wah pantesan Dani semakin semangat aja…

Leave a Reply