header image
 

It’s hard to be our self

Saat baca2 profile temanku di fs, aku tertarik juga dengan kata2nya di content “About Me”. Dia bilang hanya ingin jadi diri sendiri karena jadi orang lain itu lebih sulit ketimbang jadi diri sendiri. Aku coba renungin tuch kata2, dan justru aku mendapatkan hal yg berlawanan 1800.

kalo menurutku, jadi diri sendiri lebih susah dibanding jadi orang lain.
Mungkin karena aku fikir, perkembangan pribadi dari cara kita bersikap sehari-hari dipengaruhi oleh perubahan di sekeliling kita seperti lingkungan, teman, pendidikan atau pengalaman sehari-hari.

Atau mungkin karena aku gak ngerti sebenarnya diriku sendiri itu seperti apa hehe,,,, yang jelas, manusia hidup selalu memerankan tokohnya masing-masing, yup … hidup bagaikan audisi atau casting untuk mendapatkan peran yg kita inginkan.

Bila ada program yg dapat mendetect seberapa sering kita berlaku seperti diri kita sendiri dalam sehari mungkin kebanyakan hasil maksimalnya bakalan mengejutkan diri kita… jujur saja, aku bisa menjadi diriku sendiri hanya saat berkomunikasi dengan Tuhan(red: 4JJI).

Munafik?… menurutku tidak, banyak sekali perbedaan antara munafik dengan tidak menjadi diri sendiri, just IMHO sich, so… It’s hard to be our self.

~ by daniwhy on December 25, 2006.

3 Responses to “It’s hard to be our self”

  1. stuju gw fren ma commnet yang ini…keep posting yee!!

  2. seep dech, kabar-kabari gw bro’ kalo ada perkembangan yg cukup signifikan tentang betawi bwa ha haha ^_^

  3. absolutely right. bahkan dalam keseharian kita pun, saat kita ngomong kita akan memilih kata dan intonasi yg akan membangun image orang lain terhadap karakter kita, sesuai harapan kita.

    misalnya –kita berharap bahwa– diri kita adalah orang yg cool, maka sengaja ato tidak sengaja, hal itu akan membatasi ruang gerak dan omongan kita agar sesuai dengan apa yg kita maksudkan.

    wew, nulis apaan yak barusan? :D

Leave a Reply