Bikin Puisi Yuuk !!!
Puisi apa yach??? Paling enak sich bikin puisi cinta. Tapi lagi gak ada ide nich…Yach udach dech gw ketik puisi yang pernah gw bikin dech. Special for someone
Saat raguku ketuk jiwamu
kristal bening kau pintal menyatu
Bila sayangku sentuh hatimu
Kau ukir senyum tuk ditandu
Membuatku menjadi…mimpi
Meski harapan asa tak pasti
karna di sini ku kan meniti
sebuah takdir mahligai Ilahi
Tak akan berhenti !!!
Di persimpangan jalan ini…
Saat kau bilang waktu kan mengiringi
Di tiap putaran roda takdir penuh arti
Please…dengarkan aku !!
Tatap mataku dengan mata sayumu
Di sini Kau akan dapati diriku
Dalam penantian panjang yang melelahkan
Karena aku…sangat mengharapkanmu
Itu saja..
Heuhuehaaha…romantis banget dech dani yang satu ini. Kata terakhir dari puisi ini adalah itu saja, yach maksudnya segitu aja. Dach cape’ ngetik nich
mo bo2 juga. Ok Friend, yang pada masih ngutak atik FS jangan sampe dilewatin nich posting yang satu ini apalagi buat loe2 yang lagi pada kasmaran

Ya,,,
Aku sama siapa ya…
Adakah seseorang yang mau kepadaku?
(mau apa sih?)
Rahmat said this on November 28, 2005 at 9:33 am
Yach aku sich mau aja mat, mau apa hayooo???
meychel said this on November 28, 2005 at 10:54 am
alam pikiran sejuta kali mengelak
tak mungkin ku berikan jiwaku dgn engkau
lebih baik sirnakan aku saja dari hatimu
bila aku memang tetaplah kau tak bisa tuk rengkuh
jgn kau abaikan wanitamu hanya utk aku wanita lain
kasih aku tak berharap dlm rendapan hati
cinta yg ingin kau berikan bila begini adanya
kau membara, maafkan aku bila semakin berlari
aku tak ingin merenggut engkau darinya…
lepaskan saja aku dari hatimu sekarang
tak mungkin kan ku balas cinta darimu
bila engkau masih bersamanya, aku ini siapa
dan hentikan saja desakkan rapat dirimu padaku
ayu tyasti said this on December 21, 2008 at 8:20 pm
bahagia jiwaku, seakan tak pernah kan surut
saat ku temukan dirimu yg kini
walau hanya cukup begini saja, namun ku indah
kurasakan kepuasan jiwaku
sahabat sejati yg tak lagi hilang pandang
walau ku hanya bisa melihat gambar dirimu
dlm maya, namun gemerlap jiwa ku rasakan
inilah pertemuan dan ku tak mau kehilangan lagi
aku hanya ingin bahagiaku ini kan bertahan
namun mengapa kau seakan kau ingin lepaskan
salahkah jiwaku yg ingin menjaga tali ini
untuk slamanya…, namun kini kau seakan tak berhati…
punah sudah jiwaku mendengar selamat tinggal
sesak hati ini bila harus tertinggalkan lagi
seakan baraku dlm pengaduan nasib hanya kosong
dan kini ku tak ingin untuk sendiri lagi…
ayu tyasti said this on December 21, 2008 at 11:24 pm
rana ku dlm tangis hanya ingin terbagi
agar tak semakin membunuh jiwaku
menyesakku dlm ruangan yg tak buatku kosong
salahkah aku bila ku yakini kaulah yg bisa
sahabat sejati, ku jaga engkau slamanya
tak ambil peduli jiwa meski jaman semakin berubah
namun kini ku mohon padamu tetaplah bertahan
seperti yg dulu atau yg sekarang…utk temaniku
namun mengapa ucapanku seakan tak menyentuh
dosakah jiwaku yg mau slalu jadikan engkau
peraduan jiwaku, agar tak mengalir sendirian
namun mengapa kau juga seperti dirinya tinggalkanku sendiri disini…kini
berikanlah satu alasan, mengapa ini sia2
semudah itukah dirimu biarkanku membara
menelan seluruh kecewa, kau yg membunuh wkt kita
untuk bisa tetap bersama slamanya…dan mengapa
ayu tyasti said this on December 21, 2008 at 11:45 pm
dari sekian lama kau menghilang
kini engkau ku temukan dl wkt yg kini
bahagia jiwa merenda persahabatan lagi
dirimu meski dlm maya namun beriku satu keyakinan
agar kita tak lagi berpisah
dan ku pautkan jiwaku agar tetap bertahan
dan tak lagi yg menjadi yg dulu
namun mengapa kau kini seakan ingin lagi tamatkan
waktu kita belumlah usai
walau dunia tlah semakin jauh berganti
tapi masih ku sisakan sedikitnya untukmu
tapi apakah caramu kini meninggalkan aku
salahkah jiwaku ingin tetap meremasnya
meski waktu dan dunia semakin jauh berubah
namun tak ingin terberikan aku dgn kecewa
dimana balasanmu padaku, mengapa jadi begini
ayu tyasti said this on December 23, 2008 at 2:36 am
cinta yg kau tanamkan padaku
semakin menghanyutkan aku dlm mimpi bintang
dan semakin yakin membuatku kalau ini adalah pasti
namun kini ku dapatkan engkau tak lain dgn kejamnya dunia…
teganya kau bersamanya di depan mataku
lirih jiwaku memekik menjerit
namun kau sudah berhati bagai serigala
membuangku hanya untuknya
kau duakan cintaku, aku tak rela kasih
lebih baik kita berpisah dan tinggalkan saja aku
meski ku berat ucapkan ini tapi aku rela
lebih baik sendiri tanpa dirimu
dan kaupun mau tanpa kau gunakan lagi hatimu
karna hatimu saja sudahlah sekejap mata
hampa padaku, dan ku pikir kaulah lelaki setia
aku sungguh sungguh kecewa padamu
ayu tyasti said this on December 23, 2008 at 3:00 am
keagungan pertemuan yg pernah sirna
kini tak puas ku telan bahagianya
namun bolehkah jiwaku memberangkan
bila aku tak mau lagi berpisah dgnmu
salahkah kertas kecil ttg dirimu
masih saja ku tulis untuk menjadi yg abadi
bertahan di tengah di dunia yg tak sarat berganti
bergulir memutar waktu namun kt harus tetap begini
wahai sahabatku…sayap yg tlah kau daratkan
jgn katakan ingin kau kepakkan lagi…
melaju meninggalkanku lagi, tegakah dirimu
bila di tengahnya ku sdg bahagia dgn waktu kita
saat kita bertemu walau hanya cukup begini saja
aku hanya seorang yg tak mau tuk slalu sendiri
menelan wkt saat sdg terhimpit luka
tanpa bisa ku tepiskan dan hanya kosong dlm ruang
inginnya ku adukan agar aku lega
ayu tyasti said this on December 24, 2008 at 6:06 am
tlah lelah jiwaku untuk ku resapi lagi
ku larang engkau dgn segenap jiwa untuk datang
kembali menyelubungi jiwaku dgn kisah itu
yg cukup menelanku dlm kepedihan oleh kekasih
perpisahan bagiku kini adalah hitam
walau akan slalu terjadi dan mengapa
di kala cupu jiwaku, tak lagi mau ambil peduli
tetaplah engkau menjadi kenyataan…
ku berlari hingga letih namun tetaplah kan ada
tak bisa tersingkirkan oleh gemerlap mataku
yg berbinar sudah untuk kembali melihatnya lagi
dan kini salahkah bila ku tak mau ada lagi siapapun engkau katakan selamat tinggal padaku…
usang jiwaku oleh kisah kasih pedihku
tak mau lagi kan terulang di hidupku yg lain
walau kini tiada lagi dirinya, namun sahabat
yg menemani bolehkah ku minta ku tetaplah disini
ayu tyasti said this on December 24, 2008 at 6:16 am
salahkah jiwaku, membahagiakan segenap ragaku
mensyukuri bila engkau sahabat untuk diriku
tak sanggup jiwaku bila harus menelannya sendiri
aku haus untuk berbagi kpd ciptaanMu juga
tak berkesudahan diriku memang utk berubah
melawan wkt yg semakin jauh berganti
karna aku hanya ingin teman hidupku
apalah arti ragaku berdiri bila hanya sepi
aku mohon jangan lagi diriku di tinggalkan
engkau datang aku bahagia wahai sahabatku
dari lamanya engkau sirna dari mataku
dan ku minta kpdmu jgn lagi kita berpisah
tegakah engkau, tiba tiba saja begini
ucapkan selamat tinggal kpd diriku lagi
aku hanya ingin bertahan dgn yg ku dapatkan
bukan maksud tuk mengekangmu namun tak tahan bila
harus sendiri lagi…
ayu tyasti said this on December 24, 2008 at 7:27 pm
rana tak ingin lagi terjadi
menelanku dlm kesunyian
aku menangis tak mau lagi tanpa peraduan
berjelangga namun aku hanya sendiri disini
sungguh penat jiwaku untuk merasa kehilangan
aku hanya mau bertahan dgn kebahagiaan ini
ku mohon jangan lagi ucapkan selamat tinggal
membuat aku mengiba hanya dlm kesendirian
ku mohon ingatlah semua kertas kecil
kenangan kita, agar kau tak jadi pergi dariku
dan kini kemana lagi kau akan pergi
ku mohon tetaplah disini seperti yg dulu
ayutyasti said this on December 25, 2008 at 2:39 am
terlalu retak bagiku sangat pedih
di kala kekasih dan aku harus terlepas
tak kuasa ku bertahan dlm dustamu kpdku
aku tau kini kasihmu tak hanya aku dan perih hatiku…
terlalu luka kembali padaku
aku tak mau rasakannya lagi
menyelubungi lagi duniaku sejak semua terjadi
ku tutupi telingaku dari kata selamat tinggal…
dari siapapun entah itu adlh sahabatku
aku sudah puas dgn hanya kekasihku
dan tak ingin lagi aku teralami lagi…
maafkan aku yg sungguh sangat ingkarinya…
mati hatiku bila harus teresapi lagi
menguburku dlm kesedihan lagi tentang perpisahan
layakkah jiwaku yg ingin bertemankan ciptaanMu
setelah aku tenggelam dlm larutan kesedihan
ayutyasti said this on December 25, 2008 at 7:32 am
ku terlalu ingin arus lawan ini
mengelak sgala kepastian yg tetaplah ada
salahkah bila satu kenyataan ini
aku sangat ingin berlari jauh padanya
meninggalkan dan mengabaikan semuanya
karna jiwaku saja sudah terendam sepi
terlebih saat mengapa kau pergi lagi
wahai sahabatku, ku mohon jangan lakukan..lagi
terlalu rapat mataku menutupi semua pandangan
acuhkan kata selamat tinggal yg tak bisa
untuk tetap akhirnya aku ingkari
dan mengapa…karna jiwaku tlah cukup hanya dgn masa laluku saja mengalaminya…
jenuh jiwaku memang tlah cupu
aku hanya ingin tak ingin lagi terbelenggu
dalam kesedihan akan sebuah perpisahan
maafkanlah aku yg sepantasnya seperti ini
ayutyasti said this on December 25, 2008 at 7:40 am
bintang ku ratapi semua pedih ini padamu
jiwa hati yg tercabik oleh rana yg terpendam
tak kuasa bila slalu kan tertahan sendiri
dan ku basuh slalu air mata ini dlm sunyi
tak bisakah ku tumpahkan semua penat diriku
bila kan yg ada slalu begini adanya
dawai jiwa semakin mengapa menyanyi sendu
namun kini siapa yg kan melihat aku lagi begini
terkubur aku taukah engkau dlm sesak jiwaku
dan mengapa semakin terendam dlm batinku
aku hanya ingin siapa saja yg kan sudi
berdiri disini menjadi satu harapan yg tersisa
tak sepenuhnya mungkin saja ku bahagia
kepedihan masih mengalir sendu dlm jiwaku
dan ku hanya ingin seorang kan jadi malaikatku
penari indah dlm duka cita yg terpendam ini…
ayu tyasti said this on December 27, 2008 at 11:55 pm
kertas putih yg tak jua memudar
meski tahun sudah jauh berganti
banyak kata tentang dirimu
yg ku agungkan sebagai hingga kini kau sahabatku
aku tak bisa hanya kan slalu tertelan sendiri
dan aku hanya ingin tetap ada pada dirimu
jiwaku tak pernah kan puas tuk slalu bersamamu
dan ku mohon jgn tinggalkan aku….
tegakah nurani bila kau lihat aku sekali lagi
yg bila kau tak ada terkais dlm hitam
tak bisa memecah seluruh hening dlm jiwaku
malah semakin membakarku dlm membara ranaku
jgn engkau begini kepadaku oh teman
aku tak bisa bila tak menyentuhmu
ku mohon mengertilah mengapa ku jadi begini
karna semua kisah hidupku yg pedih meski tanpamu juga…
ayu tyasti said this on December 28, 2008 at 12:09 am
dawai dlm jiwaku tlah bahagia
saat sahabat kembali disini
luang waktu ini masih melayang
selama engkaupun juga masih berikan
nyala jiwaku yg hidup karnamu
namun mengapa kini padam karnamu
berkali ku coba tepiskan agar tak merasa
bila engkau sudah pergi namun mengapa tetap terasa
ku mohon jangan tinggalkanku lagi
lirih jiwaku tak ingin kehilanganmu lagi
ku mohon biarpun engkau jauh dariku
tapi ku mohon jangan lagi sirna dari mataku
sgalanya yg terjadi, ingin ku raih lagi
cupu jiwa ku dengar selamat tinggal itu lagi
telinga ini sudah cukup ku dengar dari laluku saja
dan kini ku mohon untuk jangan lagi ada untukku
ayu tyasti said this on December 29, 2008 at 5:41 pm
kala pedih menyita waktuku
mengubur hari indah menjadi kelam
tak sanggup hati utk mengukir sgalanya
tak terkecuali sahabat sekalipun padamu
ku simpan sajak tenggelam dlm kesedihan
hari ini pelangi tak secerah langit biru
dunia bagiku kadang tak adil untukku
mengapa sendu sedan hanya ku telan sendiri
selamat tinggal sgalanya yg ada
aku tak sanggup lagi ku sertai hitam ini
sungguh kali ini tak bisa ku menguaknya
sgala takbir hidupku, lebih baik mungkin sendiri
tak bisa ku jelaskan, bibir ini kan hanya diam
tergetar namun hanya bisa menangis sendiri
tak kuasa mengucap pedih jiwaku hari ini
yg sekali lagi terjebak oleh noda hitam…
ayu tyasti said this on January 1, 2009 at 10:51 pm
perjalanan…mengapa teryata tak cukup
hanya sampai disini, jiwaku mengering
ku minta dimana sisi adilnya dunia
kepada aku yg ingin terus melewati kejamnya dunia
namun tak surut kan berganti
ku terjebak dlm salah jalan ini
takkan pernah adil untuk yg ku cari
hingga sesat akhirnya ku harus pilih
maafkan aku sahabat bila akhirnya aku tak kuasa
aku memang tak bisa menguak takbir hidupku pdmu
dan maafkan aku bila ku langgar petuahmu kali ini
karna aku tak tahan lebih baik menjadi seperti ini…
sungguh memang kejamnya dunia
memang terlalu nyata untuk kita
dan semakin membara tak peduli tahun trus berubah
dan kini aku menangis karna semuanya…
ayu tyasti said this on January 1, 2009 at 11:04 pm
perasaanku tlah sesungguhnya berbatas
kerelaan hati tlah habis dlm daya ragaku
mengapa yg seluruhnya harus juga ku korbankan
meski ini tak baik untukku, namun pedih jiwaku
ribuan jiwa dlm ku lawan arus dunia
yg semakin berubah, tapi kini ku harus berubah
menatap engkau yg dekat kepadaKU
karna rendaman jiwa yg berat untuk ku telan dlm
hancur jiwaku mengapa segenapnya juga harus bisa
hingga hatiku harus memilih dgn tega
ku ubah diriku dgn dirimu, dan teringkari sudah
semua janji, namun taukah engkau bila sesungguhnya aku tak mau…
selamat tinggal sgalanya mungkin kan ku ucap
ku sakiti engkau suatu saat hanya karna ini
pedih jiwa dlm kisah hidup yg slalu jebak aku
dlm langkah yg salah dan aku terjepit olehnya..
ayu tyasti said this on January 2, 2009 at 8:45 pm